Doomscrolling: Kebiasaan yang Diam-Diam Menguras Energi Mental dan Cara Mengatasinya

Doomscrolling adalah kebiasaan terus-menerus mengonsumsi berita atau konten negatif di internet. Kenali penyebab, dampak, dan cara mengatasinya agar kesehatan mental tetap terjaga.

Di era digital, mendapatkan informasi terbaru hanya membutuhkan beberapa detik. Cukup membuka media sosial atau portal berita, berbagai informasi dari seluruh dunia langsung tersedia di layar ponsel. Kemudahan ini tentu membawa banyak manfaat, mulai dari menambah wawasan hingga membantu seseorang mengikuti perkembangan terkini.

Namun, di balik kemudahan tersebut muncul kebiasaan baru yang tanpa disadari dapat memengaruhi kesehatan mental, yaitu doomscrolling. Istilah ini menggambarkan kebiasaan terus-menerus menggulir layar untuk membaca berita atau konten yang cenderung negatif, mengkhawatirkan, atau memicu kecemasan, meskipun sebenarnya sudah merasa lelah atau tidak nyaman.

Banyak orang mengalaminya tanpa sadar. Awalnya hanya ingin melihat satu berita, tetapi beberapa puluh menit kemudian masih terus membaca informasi serupa. Akibatnya, waktu terbuang, pikiran menjadi penuh, dan suasana hati ikut terpengaruh.

Lalu, mengapa doomscrolling bisa terjadi dan bagaimana cara menghentikan kebiasaan tersebut?


Apa Itu Doomscrolling?

Doomscrolling adalah kebiasaan mengonsumsi konten negatif secara berlebihan melalui media digital. Konten tersebut bisa berupa berita buruk, konflik, bencana, isu ekonomi, gosip, hingga komentar yang memicu emosi.

Fenomena ini semakin sering terjadi karena algoritma media sosial dirancang untuk menampilkan konten yang dianggap menarik perhatian pengguna. Ketika seseorang sering membaca berita tertentu, platform akan merekomendasikan lebih banyak konten serupa.

Akibatnya, seseorang bisa terjebak dalam siklus membaca informasi negatif tanpa menyadari bahwa waktu terus berlalu.


Mengapa Doomscrolling Sulit Dihentikan?

Banyak orang bertanya mengapa mereka tetap membaca berita yang membuat cemas. Salah satu alasannya adalah rasa ingin tahu yang tinggi. Otak manusia secara alami terdorong untuk mencari informasi, terutama ketika merasa ada situasi yang tidak pasti.

Selain itu, muncul anggapan bahwa dengan mengetahui lebih banyak informasi, seseorang akan lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan. Padahal, mengonsumsi informasi secara berlebihan belum tentu memberikan manfaat tambahan.

Faktor lain yang memengaruhi adalah kebiasaan membuka ponsel setiap kali merasa bosan. Saat tidak memiliki aktivitas tertentu, media sosial menjadi pilihan paling mudah untuk mengisi waktu.


Dampak Doomscrolling bagi Kehidupan Sehari-hari

1. Meningkatkan Rasa Cemas

Terlalu sering membaca informasi negatif dapat membuat seseorang merasa dunia dipenuhi ancaman. Pikiran menjadi lebih mudah khawatir meskipun situasi di sekitarnya sebenarnya baik-baik saja.

2. Sulit Berkonsentrasi

Informasi yang terus mengalir membuat otak bekerja tanpa jeda. Akibatnya, fokus saat bekerja atau belajar menjadi menurun karena perhatian mudah teralihkan.

3. Mengganggu Kualitas Tidur

Banyak orang melakukan doomscrolling sebelum tidur. Paparan berita yang memicu emosi membuat pikiran tetap aktif sehingga lebih sulit untuk beristirahat dengan nyenyak.

4. Menurunkan Produktivitas

Waktu yang awalnya hanya lima menit untuk membaca berita bisa berubah menjadi satu jam atau lebih. Kebiasaan ini membuat pekerjaan penting sering tertunda.

5. Memengaruhi Suasana Hati

Paparan konten negatif secara terus-menerus dapat membuat seseorang lebih mudah merasa lelah, pesimis, atau kehilangan semangat menjalani aktivitas sehari-hari.


Tanda-Tanda Anda Mengalami Doomscrolling

Tidak semua orang menyadari bahwa dirinya memiliki kebiasaan ini. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:

  • Sulit berhenti membaca berita meskipun sudah merasa lelah.
  • Terus membuka media sosial untuk mencari informasi terbaru.
  • Merasa cemas ketika tidak mengetahui perkembangan berita.
  • Kehilangan banyak waktu hanya untuk menggulir layar.
  • Suasana hati berubah menjadi lebih negatif setelah menggunakan media sosial.

Jika beberapa tanda tersebut sering Anda alami, mungkin sudah saatnya mengevaluasi pola konsumsi informasi sehari-hari.


Cara Mengurangi Kebiasaan Doomscrolling

Batasi Waktu Menggunakan Media Sosial

Tentukan batas waktu harian untuk membaca berita atau membuka media sosial. Anda dapat memanfaatkan fitur pengingat waktu pada ponsel agar lebih disiplin.

Pilih Sumber Informasi yang Kredibel

Tidak semua informasi di internet memiliki kualitas yang sama. Fokuslah pada sumber terpercaya dan hindari terus-menerus berpindah dari satu akun ke akun lainnya hanya untuk mencari pembaruan.

Hindari Membaca Berita Sebelum Tidur

Berikan waktu bagi pikiran untuk beristirahat. Sebagai gantinya, Anda bisa membaca buku, mendengarkan musik yang menenangkan, atau melakukan relaksasi ringan sebelum tidur.

Isi Waktu dengan Aktivitas Positif

Ketika muncul keinginan untuk terus menggulir layar, alihkan perhatian pada kegiatan lain seperti berjalan kaki, berolahraga, memasak, atau berbincang dengan keluarga.

Matikan Notifikasi yang Tidak Penting

Notifikasi berita yang muncul setiap saat dapat memicu keinginan untuk terus membuka aplikasi. Dengan mengurangi notifikasi, Anda memiliki kendali yang lebih baik terhadap waktu penggunaan gadget.


Peran Digital Wellbeing dalam Mengatasi Doomscrolling

Banyak perangkat modern telah dilengkapi fitur digital wellbeing yang membantu pengguna memantau durasi penggunaan aplikasi. Manfaatkan fitur ini untuk mengetahui aplikasi mana yang paling banyak menyita waktu.

Selain memantau screen time, Anda juga dapat mengatur mode fokus agar notifikasi tertentu tidak muncul ketika sedang bekerja, belajar, atau beristirahat. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi distraksi sekaligus meningkatkan produktivitas.


Membangun Hubungan yang Lebih Sehat dengan Informasi

Mengikuti perkembangan berita tetap penting, tetapi tidak berarti harus mengetahui setiap pembaruan setiap menit. Pilih waktu tertentu dalam sehari untuk membaca informasi, misalnya pada pagi atau sore hari, kemudian lanjutkan aktivitas lain tanpa terus memeriksa ponsel.

Belajarlah membedakan informasi yang benar-benar relevan dengan kehidupan Anda dan informasi yang hanya memicu rasa penasaran sesaat. Dengan pendekatan ini, Anda tetap memperoleh wawasan tanpa harus terbebani oleh arus informasi yang tidak ada habisnya.

Selain itu, imbangi konsumsi berita dengan konten yang memberikan inspirasi, edukasi, atau hiburan yang positif. Linimasa yang lebih seimbang akan membantu menjaga suasana hati tetap baik sekaligus mengurangi kecenderungan untuk terus mencari berita yang memicu kecemasan.


Menciptakan Kebiasaan Konsumsi Informasi yang Lebih Bijak

Mengurangi doomscrolling bukan berarti menutup diri dari perkembangan dunia. Sebaliknya, Anda dapat membangun kebiasaan mengonsumsi informasi secara lebih terarah agar tetap mendapatkan manfaat tanpa merasa kewalahan. Salah satu caranya adalah dengan menentukan topik yang benar-benar relevan dengan kebutuhan sehari-hari, seperti informasi seputar pekerjaan, pendidikan, kesehatan, atau perkembangan teknologi yang berkaitan dengan bidang yang Anda tekuni.

Membuat jadwal khusus untuk membaca berita juga dapat membantu mengurangi keinginan membuka media sosial setiap saat. Misalnya, luangkan waktu selama 15 hingga 20 menit pada pagi atau sore hari untuk memperoleh informasi terbaru, kemudian fokus kembali pada aktivitas utama. Cara ini membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan akan informasi dan produktivitas.

Selain itu, jangan ragu untuk melakukan evaluasi terhadap akun media sosial yang Anda ikuti. Jika suatu akun terlalu sering membagikan konten yang memicu kecemasan atau emosi negatif tanpa memberikan manfaat yang jelas, pertimbangkan untuk membatasi atau berhenti mengikutinya. Dengan menyusun linimasa yang lebih positif dan informatif, pengalaman menggunakan media digital akan terasa lebih nyaman, sehingga kesehatan mental tetap terjaga tanpa harus kehilangan akses terhadap informasi penting.


Kesimpulan

Doomscrolling merupakan kebiasaan digital yang sering terjadi tanpa disadari. Meskipun berawal dari keinginan untuk memperoleh informasi, kebiasaan ini dapat berdampak pada kesehatan mental, kualitas tidur, produktivitas, hingga suasana hati apabila dilakukan secara berlebihan.

Mengurangi doomscrolling bukan berarti menghindari informasi, melainkan belajar mengonsumsinya secara lebih bijaksana. Dengan membatasi waktu penggunaan media sosial, memilih sumber informasi yang terpercaya, serta mengisi waktu dengan aktivitas yang lebih bermanfaat, Anda dapat membangun hubungan yang lebih sehat dengan teknologi.

Pada akhirnya, informasi seharusnya membantu kita membuat keputusan yang lebih baik, bukan menjadi sumber stres yang terus-menerus menguras energi. Mengelola cara mengonsumsi informasi adalah langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar bagi kualitas hidup di era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *